Makam Prabu Tajimalela terletak di daerah Dayeuh Luhur, Sumedang

Kerajaan Sumedang Larang berasal dari pecahan kerajaan Sunda-Galuh yang beragama Hindu, yang didirikan oleh Prabu Aji Putih atas perintah Prabu Suryadewata (Raja kerajaan Galuh) sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pajajaran, Bogor.

Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan. Yang pertama yaitu Kerajaan Tembong Agung (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur) dipimpin oleh Prabu Guru Aji Putih. Dengan ibukota di Leuwihideung (sekarang Kecamatan Darmaraja).

Tampuk pemerintahan Sumedang Larang kemudian dipegang oleh Prabu Tajimalela.Dari sinilah asal muasal kata Sumedang berawal. Yakni berasal dari ucapan Prabu Tajimalela ketika melihat langit menjadi terang-benderang oleh cahaya yang melengkung mirip selendang (malela) selama tiga hari tiga malam.

Prabu Tajimalela berucap : “inSUn MEdal insun maDANGan”, Insun artinya saya, Medal artinya lahir, Madangan artinya memberi penerangan jadi kata Sumedang bisa berarti “Saya lahir untuk memberi penerangan”.

Prabu Tajimalela dikenal pula sebagai Prabu Agung Resi Cakrabuana. Beliauhingga kinidianggap sebagai pokok berdirinya Kerajaan Sumedang. Ia punya tiga putra yaitu Prabu Lembu Agung, Prabu Gajah Agung, dan Sunan Geusan Ulun.

Situs Prabu Darma Purbawisesa Gunung Paniis Darmaraja Sumedang

Mengenai Prabu Darma Purbawisesa ada dalam buku Pakuning Alam Kacipakuan Darmaraja. Purbawisesa Keturunan Nabi Nuh AS pada zaman Pra Sejarah Jutaan Tahun Yang Lalu.

Di ceritakan Dalam Buku Cipaku ada Tiga Orang datang ke Tanah Sunda / Lemah Sagandu keturunan Nabi Nuh a.s yaitu : Purbawisesa, Terahwisesa dan Ratu Galuh.

Resi Agung menyuruh ke tiga keturunan Nabi Nuh Alahis Salam, Purbawisesa, Terahwisesa dan Ratu Galuh Purwa, berkontemplasi di Lemah Sagandu selama 40 hari 40 malam, setelah berkontemplasi Resi Agung datang kembali memberi petunjuk untuk ke-3 Putra keturunan Nabi Nuh tersebut Purbawisesa pergi ke sebelah Timur menurunkan raja-raja di Timur, Terahwisesa ke sebelah barat menurunkan raja-raja di sebelah barat, dan Ratu Galuh ke sebelah selatan menurunkan raja-raja disebelah selatan.

Masing-masing oleh Resi Agung diberikan tongkat sebagai simbol, setelah beres semua Purbawisesa kemudian menancapkan tongkat di tanah lalu keluar air dan kemudian mereka bertiga minum karena haus, karena saking hausnya airnya terasa sangat manis sehingga mereka menamakan tempat itu Cipeueut (Peueut = Nira Aren = Manis Sekali).

Mata air yang kemudian menjadi sumur tempat Purbawisesa menancapkan tongkatnya sampai sekarang masih ada dan diberi nama Sumur Cikahuripan. Setelah ketiganya minum dari sumur Cikahuripan mereka pergi ke tujuannya masing-masing dan menurunkan Raja-raja di Lemah Sagandu (Benua Sunda).

Makam Keramat Prabu Guru Aji Putih

makam keramat tersohor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Masyarakat memercayainya sebagai makam Prabu Aji Putih. Makam sakral tersebut kerap dikaitkan dengan tonggak sejarah Sumedang. Saban harinya peziarah melipir ke makam yang merupakan salah satu situs cagar budaya.

Makam Prabu Aji Putih terletak di Kampung Cipeueut, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Lokasinya berjarak sejauh 25 kilometer dari pusat perkotaan Sumedang yang bisa ditempuh kendaraan selama 30 menit.

Kerajaan Tembong Agung didirikan oleh Prabu Guru Aji Putih 678 M di Citembong Girang Kecamatan Ganeas Sumedang kemudian pindah ke kampung Muhara Desa Leuwi Hideung Kecamatan Darmaraja. Prabu Guru Aji Putih merupakan putra Bimaraksa atau Ratu Komara keturunan dari Wretikandayun. Prabu Guru Aji Putih hasil pernikahan dengan Dewi Nawang Wulan (Ratna Inten) memiliki empat orang putra; yang sulung bernama Batara Kusuma atau Batara Tuntang Buana yang dikenal juga sebagai Prabu Tajimalela, yang kedua Sakawayana alias Aji Saka, yang ketiga Haris Darma dan yang terakhir Jagat Buana yang dikenal Langlang Buana

Wilayah Kerajaan Tembong Ageung atau sering disebut Tembong Ageung kini terendam Waduk Jatigege.

BIOGRAFI “SINGKAT” DARI WANITA SUNDA NAN MENAWAN RADEN DEWI SARTIKA PAHLAWAN ISTRI DARI PASUNDAN.

Sebagai prnghormatan di bangun sebuh Tugu di Kampung Babakan Ciampanan Rt.06 Desa Ciampanan Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya

Dia (Mak Sukaerah 80Thn) itu adalah Saksi Hidup ketika Ibu R.Dewi Sartika itu mengungsi ke Cineam ketika Zaman Penjajahan Jepang dulu, Mak Sukaerah tersebut adalah Anak Sulungnya  Kepala Dusun (Komico-Bhs Jepang) di Kampung Tersebut, dia masih terlihat segar dan kelihatan Sehat walau Usianya telah memasuki Kepala Delapan (80 Tahun) namun informasi yang didapatkan penulis hanya “ terbatas”  dan penulispun mencoba mengambil  manfaat  dari informasi yang hanya bisa di ingat dengan sangat sederhana , dari Daya Ingatnya Mak Tua yang energik tersebut. Sebagai prnghormatan di bangun sebuh Tugu di Kampung Babakan Ciampanan Rt.06 Desa Ciampanan Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya.

Raden Dewi Sartika dilahirkan di Bandung, tanggal 4 Desember 1884. Ia terkenal dengan julukan “Djuragan Dewi” atau “Djuragan Ageung”. Ayahnya adalah seorang patih, berkedudukan di Bandung dan namanya Raden Somanagara, sedangkan ibunya bernama Raden Aju Radjapermas.

Suasana masyarakat Bandung saat Raden Dewi Sartika dilahirkan dan dibesarkan adalah suasana yang masih feudal-kolonial. Saat itu juga terjadi tindakan melawan ketidakadilan pemerintahan feudal-kolonial, salah satunya adalah adanya peristiwa peletakan bom di bawah panggung pacuan kuda di Tegallega, di mana saat itu para pembesar kolonial akan hadir di pacuan itu, dan akan diledakkan saat pacuan berlangsung.

Saat bom ditemukan dan telah diadakan pengusutan, bukti mengarah kepada ayah Raden Dewi Sartika. Saat pengusutan berlangsung Patih Somanagara dipindahkan ke Mangunredja, Priangan Timur. Setelah dinyatakan bersalah Raden Somanagara dibuang ke Ternate hingga meninggal dunia di sana.

Raden Dewi Sartika pada awalnya disekolahkan oleh ayahnya di sekolah Belanda, namun sekolah tersebut tidak bisa meluluskannya karena saat itu ayahnya menjalani pembuangan. Dan tidak ada sekolah yang saat itu terbuka pintunya bagi anak seorang buangan.

Raden Dewi Sartika kemudian dirawat oleh bapak-tuanya Patih Aria Tjitjalengka. Di dalam keluarga inilah ia melanjutkan pendidikannya, baik dalam pekerjaan kerajinan kewanitaan, maupun dalam hal perkembangan intelektualnya.

Raden Dewi Sartika adalah seorang gadis yang periang, rajin dan suka bergaul dengan anak-anak rakyat, sabar dan tidak suka berselisih. Ia mempunyai kebiasaan bermain-main guru dan sekolah ketika selesai melaksanakan tugasnya.

Ketika remaja, Raden Dewi kembali ke ibunya di Bandung. Ia berpikir bagaimana caranya agar bisa mendirikan sebuah sekolah, dimana ia berkesempatan memberikan pelajaran kepada gadis-gadis, baik anak-anak golongan priyayi, maupun anak-anak dari golongan rakyat. Ia ingin memberikan kemajuan kepada kaum wanita, yang di zamannya, yakni zaman feudal-kolonial, sangat dibelakangkan, jika dibandingkan dengan pendidikan kaum pria saat itu.

Jalanpun terbuka, ketika keinginannya sampai kepada Bupati Bandung R.A.A. Martanagara. Dengan pertolongan Bupati ini, dan bantuan pembesar-pembesar yang berwajib saat itu, maka pada tanggal 16 Januari 1904, Raden Dewi mulai membuka sekolah gadis pertama di Priangan (Bandung), bahkan yang pertama di Indonesia, dengan mengambil tempat di ruangan persidangan kabupaten sebelah barat. Dibuka sekaligus kelas satu dan kelas dua dengan tiga orang guru. Sekolah itu bernama “Sakola Istri”.

Padatahun 1905, karena kekurangan ruangan maka “Sakola Istri” dipindahkan ke suatu tempat di luar halaman kabupaten, di jalan yang kemudian bernama DJalan Raden Dewi.

Di sekolah tersebut, para gadis tidak hanya mendapat pelajaran yang bersifat umum saja tetapi juga kerajinan tangan wanita yang saat itu bermanfaat bagi rakyat seperti menjahit menisi, menambal, menyulam, dan merenda.

Pada tahun 1906, Raden Dewi Sartika, menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, yang masih kaum kerabatnya guru di sekolah Karangpamulangan di Bandung. Dengan bantuan moril suaminya ini maka semakin berkembang pula cita-cita dari Raden Dewi.

Sekolah yang semula dinamakan “Sakola Istri” itu pada tahun 1910 diganti namanya dengan “Sakola Kautamaan Istri” dan mata pelajarannya ditambah dengan memasak, mencuci, menyetrika, dan membatik.

Sekolah gadis ini menyebar ke beberapa tempat di Jawa Barat, Garut, Purwakarta, dan Tasikmalaya.

Karena baktinya kepada bangsa dalam usahanya mengangkat kaum wanita ketingkatan yang lebih baik, maka pemerintah saat itu memberikan penghargaan dan tanda-tanda jasa kepada Raden Dewi. Nama sekolahnya kemudian menjadi “Sakola Raden Dewi”

Tanggal 25 Juli 1939, Raden Dewi Sartika ditimpa musibah. Ia ditinggal oleh suaminya yang telah memberikan bimbingan dan dukungan yang menghasilkan tercapainya cita-citanya. Raden Agah Suriawinata meninggal dunia saat itu.

Di saat Belanda menyerah kepada Jepang tahun 1942, Sekolah Raden Dewi dibubarkan oleh Jepang dan diganti dengan Sekolah Gadis. Pada tahun 1946 saat peristiwa Bandung Lautan api, gedung sekolah saat itu terhindar dari bahaya api.

Raden Dewi sekeluarga saat itu meninggalkan Bandung, mengungsi ke Tjiparaj, sebelah tenggara Bandung, kemudian karena adanya pertempuran berpindah lagi ke Garut, dan dari sini berpindah ke daerah pegunungan di sebelah selatan Tjiamis, yakni di Tjineam.

Sementara itu keadaan Raden Dewi telah menjadi lemah. Di Tjineam ini ia menderita sakit keras, dan dirawat di rumah sakit darurat Republik Indonesia, di mana ia kemudian menyusul suaminya pulang menghadap Ilahi.

Raden Dewi Sartika meninggal pada hari Kamis, tanggal 11 September 1947, pukul 09.00 pagi. Dimakamkan di tempat itu, lalu dipindahkan ke Bandung, sisa-sisa jasadnya diperistirahatkan untuk selama-lamanya berdekatan dengan peristirahatan sang suami -kawan seperjuangan. Hal ini terjadi di tahun 1951*Dari Berbagai Sumber.

Gunung kunci sumedang

Gunung Kunci adalah bukit kecil yang terletak sekitar 250 m di sebelah barat alun-alun Kota Sumedang. Gunung Kunci diapit oleh dua ruas jalan sehingga sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda empat pribadi, angkutan umum maupun kendaraan roda dua. Situs ini masuk dalam wilayah Gunung Panjunan, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan.

Silaturahmi dan berkarya

 Tinggalan arkeologis tersebut adalah Benteng Kunci yang dibangun pada masa Kolonial Belanda. Benteng dibangun dengan bahan beton dan menfaatkan morfologi Gunung Kunci. Pada bagian badan gunung dilubangi untuk lorong-lorong dan ruang-ruang dengan berbagai fungsi. Pada beberapa bagian terdapat lubang ventilasi berupa cerobong besi. Pada bagian puncaknya dibangun kelengkapan benteng berupa bangunan keliling yang mengitari puncak Gunung Kunci,  Pada bagian ini terdapat beberapa bagian berdenah setengah lingkaran yang menjorok ke luar. Pada puncak benteng inilah kita dapat melihat keindahan beberapa bagian Kota Sumedang dan sekitarnya. Hal tersebut yang menjadi daya tarik bila Benteng Gunung Kunci dikembangkan sebagai objek wisata budaya dan alam.

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.